Lari Keluar Rumah Diantara Reruntuhan, Cerita Warga saat Diguncang Gempa Sukabumi

  • tahun lalu
SUKABUMIUPDATE.com - Gempa berkekuatan 5,8 magnitudo mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis (8/12/2022) pukul 07.50 WIB. Warga menceritakan detik-detik saat terjadinya gempa Sukabumi yang membuat mereka panik dan melarikan diri dari rumah.

Pagi itu, Babas (36 tahun) sedang beraktivitas merapikan genteng di depan rumah di Kampung Bojongkawung RT 01/08, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Seketika Babas menghentikan pekerjaannya ketika merasa tanah yang dipijaknya berguncang kemudian genteng berjatuhan dari ujung atap teras rumahnya. Dia langsung bergegas menggendong anaknya dan masuk ke rumah untuk mengajak Mimir (40 tahun) istrinya yang sedang memasak.

"Saya lari masuk ke rumah, sambil menggendong anak, menghampiri istri untuk diajak keluar, namanya lagi di dalam ruangan takutnya tidak merasakan gempa," kata Babas kepada sukabumiupdate.com.

Kejadian gempa Cianjur pada Senin, 21 November 2022, yang membuat Babas berpikir cepat untuk menyelamatkan keluarganya. Sebab dalam kejadian Gempa Cianjur, banyak korban yang tertimbun reruntuhan rumah.

Babas menyatakan, gempa pada Kamis pagi itu menyebabkan atap rumahnya roboh. Kendati demikian, dia bersyukur tak ada korban. “Tidak ada yang menjadi korban," kata Babas.

Hal serupa diungkapkan, Rakimi (44 tahun). Ketika gempa mengguncang, dirinya bergegas menggendong Safiq (2 tahun), cucunya keluar rumah. Rakimi berlari keluar diantara suara reruntuhan bangunan.

Ketika diluar, Rakimi melihat tetangganya yang lain melakukan hal yang sama berhamburan ke luar rumah. Di luar dia baru sadar kalau suara reruntuhan itu adalah atap rumahnya yang roboh.

"Ketika gempa, saya segera menggendong Safiq keluar rumah, karena suara reruntuhan begitu keras. Sangat bersyukur hanya atap rumah yang terdampak, tidak mengenai saya dan cucu," beber Rukimi.

Terpisah, Kepala Desa Girijaya, Ujang Sihab menyatakan, sudah meninjau ke lokasi dan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan di Kecamatan (Forkompicam), sehingga dievaluasi dan tinggal menunggu hasil bantuan dari BPBD.

"Untuk data sementara ada 5 rumah yang rusak," ujar Ujang.

Reporter: Ibnu (Magang)
Redaktur: Andri Somantri
Video Editor: Ahong
Narator: Nida Salma

Dianjurkan